Senin, 19 Januari 2009

FreshLove!

Teman-teman yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, dalam rubrik ini saya akan mengutip beberapa artikel dari GetFresh! Magazine....yang sekiranya bisa memberi kesegaran rohani bagi kita semua. Adapaun rubrik ini rencananya akan diusahakan dapat berganti topic setiap 2 minggu. Tanpa bermaksud mengajari Sdr/i sekalian....saya mengajak kita belajar bersama-sama.... Haleluya!


FreshLove!
Tahu nggak, ternyata waktu seseorang jatuh cinta, hormon2 yang bekerja di dalam tubuhnya pun banyak mengalami perubahan. Ternyata jatuh cinta itu kompleks banget, dia ngelibatin unsur-unsur kimia di dalam tubuh kita. Waktu kita jatuh cinta, alarm2 dalam tubuh kita langsung berbunyi, dan menimbulkan efek yang bermacam-macam. Example: Pupil mata mengecil, denyut jantung lebih cepat, suhu tubuh naik, kadar gula dalam darah naik, dsb...dsb....
What??? Itu semua gara2 jatuh cinta?????
Iya. Itu yang bikin kamu jadi sering senyum2 sendirian, deg2an, nggak selera makan, dsb. Ayo ngaku????

Nah, sampe di sini banyak orang yang langsung menyimpulkan bahwa ' saya lagi ngalamin cinta yang sejati, dan dia pasti orang yang tepat, sebab saya nggak pernah ngerasain yang kayak begini sebelumnya'
Gawatnya, kita nggak tau bahwa pada saat itu juga, saraf dalam diri kita mulai melakukan penyesuaian2. Dan pelan tapi pasti, waktu semua perubahan itu menjadi rutinitas, maka saraf dalam diri kita akan menjadi biasa lagi. Akibatnya semua yang tadinya kita rasain itu hilang, semuanya menjadi hambar lagi. Ternyata hormon di dalam tubuh kita kembali normal karena sudah terbiasa dengan si dia.

Yang lebih gawat lagi, waktu cinta lagi menggebu-gebu inilah, sang arjuna suka keceblos got, dan sang dewi pun bukannya nolong sang arjuna keluar dari got, malah ikutan masuk ke dalam got, gara2 terbuai untuk memberikan segala-galanya guna membuktikan cintanya yang lagi menggebu-gebu itu. Padahal yang sering sekali terjadi adalah: nggak berapa lama setelah cinta menggebu, yang dipikir oleh banyak orang sebagai cinta sejati tadi dilampiaskan dengan cara yang salah, watt-nya pun mulai turun. Sang arjuna mulai biasa melihat sang dewi,demikian pula sebaliknya. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Gimana dong?????
Makanya, Firman Tuhan mengatakan bahwa segala sesuatu harus diuji. Sebelum jadian, cinta kita harus diuji terlebih dahulu!

Mau tau cara mengujinya? Check it up!

1.
Ujian Firman Tuhan
Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat pada kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
(2 Korintus 6:13b-14)

Apapun kelebihannya....cakep/cantik, kekar/sexy, gentle/feminin, kalo nggak seiman sebaiknya kamu coret. Jangan deh tukerin Tuhan sama dia. GF!pernah ngeliat beberapa anak Tuhan yang nukerin Tuhannya sama yang begituan. Soalnya si dia kaya raya banget, mana tampangnya kaya Tao Ming She!! Mereka tetap ke gereja, tetapi pasangannya jarang mau ikut. Akhirnya setelah menikah, mereka bukannya bahagia malah bingung menentukan arah, karena tidak berada dalam pimpinan Tuhan.

2.
Ujian Jarak
Waktu cinta lagi menggebu-gebu, jangan malah terus ditempel kayak perangko, hormonnya bakal makin menjadi-jadi. Coba tenangin diri dulu untuk berdoa,minta tuntunan Tuhan dalam hal jodoh ini.

3.
Ujian Waktu
Sebaiknya
jangan langsung ambil keputusan dalam 10-20 tahun, hehehe...becanda! Yang pasti, kamu jangan terlalu terburu-buru ambil keputusan. Kalau perlu ambil waktu beberapa bulan, supaya kamu bisa nguji, apakah kamu cinta betul sama dia atau ternyata hanya cinta monyet, yang sebentar aja hilang.
Kalo ternyata hanya cinta monyet, trus siapa monyetnya?Hihihihihi...
Wah, tau ah gelap. Yang pasti sekarang ngerti juga kan????:))))

Ternyata, ilmu pengetahuan juga mendukung. Bahwa bila hormon dalam tubuh kita berubah, maka perasaan jatuh cintapun bisa hilang. Tapi
'Cinta yang sejati akan tahan uji dan tetap ada selama-lamanya......
Tetapi cinta yang palsu akan hilang melewati waktu.....'
Nggak usah takut kehilangan si dia, kalau memang cinta yang kita rasakan itu tidak tahan uji. Seharusnya kita malah bersyukur kepada Tuhan karena kita tahu sebelum terlambat, bahwa itu bukan cinta sejati.

Siap menguji??? Siapa takuuuut!!!!......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar